Pengertian dan Peralatan Media Komunikasi Tradisional

Thursday, July 10, 2014

Pengertian dan Peralatan Media Komunikasi Tradisional


Dalam Perkembangan Teknologi informasi pastinya ada sejarahnya dong, begitupun media komunikasi, setelaha saya kemaren posting mengenai media komunkasi Modern maka dalam penjelasan kali ini saya akan menjelaskan mengenai Media Komunikasi Tradisional. yang tentunya untuk media pengetahuan dalam bidang sejarah teknologi informasi khusunya.

Komunikasi meliputi kegiatan menulis dan berbicara kepada orang atau untuk orang lain. Berdasarkan medianya komunikasi dibagi menjadi tiga yaitu;

1. komunikasi nonverbal sepertiekspresi, bahasa tubuh, isyarat), 
2. komunikasi visual (gambar ,lukisan, fotografi, video, atau film), 
3. komunikasi elektronik ( telepon, surat elektronik, televisi, siaran satelit).

Dahulu kala, untuk dapat berhubungan dengan anggota masyarakat lainnya, manusia menggunakan peralatan komunikasi tradisional seperti asap, kentongan, tulang binatang, burung merpati, dan daun lontar. Pastinya penasaran kan? oke langsung saja Kita Bahasa satu persatu,

Berikut berbagai macam peralatan teknologi komunikasi tradisional.

A. Asap

Suku bangsa Indian Amerika menggunakan asap sebagai alat untuk berkomunikasi dengan sukunya ataupun kepada suku lainnya. Biasanya, asap digunakan untuk mengirimkan pesan rahasia ataupun tersembunyi. Kumpulan asap mengandung makna-makna tertentu yang hanya dapat dibaca oleh suku-suku di Indian, seperti kepulan satu kali yang berarti peringatan. Ketika mereka berperang juga menggunakan asap untuk berkomunikasi dengan lawan.

Asap sendiri pada saat ini sudah tidak ada yang menggunkan lagi, kecuali di suku suku tertentu. asapa sendiri mempunyai manfaat untuk pengobatan yang cukup ampuh untuk mengobati penyakit penyakit tertentu tidak hanya sebagai media komuniksai saja.

B. Daun Lontar dan Prasasti

Tidak ada yang menyanhka ternyata daun juga pada jaman dahulu di jadikan media komunikasi, Kegiatan komunikasi pada masa lalu sudah menggunakan bahasa tulis pada media seperti, tulang hewan, prasasti dan daun lontar. Di Indonesia kegiatan surat menyurat telah ada sejak jaman kerajaan-kerajaan Hindu seperti, Pajajaran, Mataram, Majapahit, Kutai, Mataram dan Sriwijaya. ini tdak heran jika kita dapat menemui prasasti prasati yang tidak bisa dibaca dalam bahasa kita tetapi mengandung nilai sejarah pada jamannya. Biasanya, untuk berkirim surat kepada negeri tetangganya, pihak kerajaan menggunakan media daun lontar, kulit kayu dan kulit hewan, tulang hewan, dan lempengan batu. Umumnya media komunikasi yang digunakan adalah dengan daun lontar, dengan alasan daun lontar sangat mudah didapatkan.

Pada jaman sekarang ini daun sudah tidak di gunakan lagi karena sudah ada media komunikasi modern yang sangat cepat dan aman senagai media pengiriminnya, tetapi untuk daun sendiri sekarang ini sudah di jadikan ilmu pengetahuan sejarah, sedangkan untuk prasasti sekarang ini banyak di temukan di kawasan jawa timur mupun di dalam ruangan museum sebagai alat media komunikasi tradisional waktu jaman penjajahan maupun kerajaan.

C. Kentongan

Ada yang tahu kentongan? kalo saya pernah liat di pos pos ronda, Pada era modern, kita masih dapat melihat peralatan ini yang digunakan pada pos sistem keamanan lingkungan (siskamling). Kentongan merupakan media komunikasi di masyarakat Indonesia sejak dahulu kala. Biasanya, kentongan digunakan untuk memberitahu warga sebagai suatu peringatan telah terjadi sesuatu, misalnya kebakaran, kemalingan, dan bencana alam. 

Media Komunikasi Tradisional
Kentongan
Pada zaman kerajaan di nusantara, kentongan dan alat sejenisnya, seperti gong digunakan untuk mengumpulkan rakyat. Biasanya pukulan kentongan ini untuk memberikan suatu pengumuman kepada rakyat. Orang-orang yang mendengar suara kentongan dengan bergegas berkumpul untuk mendengarkan informasi, berita atau pengumuman. Dalam penggunaannya, untuk setiap daerah bunyi kentongan tidak memiliki standar yang baku.

 Setiap daerah memiliki kode atau arti tertentu terhadap suara kentongan, misalnya suara kentongan yang dipukul beberapa kali dengan cepat menandakan adanya bahaya kebanjiran atau kemalingan. Ditempat-tempat ibadah masih pula menggunakan peralatan tradisional sejenis kentongan seperti beduk dan lonceng.

Mungkin anda semua mengira kentongan tersebut hanya untuk pos kamling saja, tetapi di balik perjalanan kentongan terdapat sejarah dan nilai budaya dari kentongan itu sendiri. khususnya dalam bidang media komunikasi tradisional pada jaman dahulu kala.



Mungkin hanya itu saja yang saya bisa jelaskan mengenai media komunikasi tradisional untuk kekurangnnya anda bisa cari lebih lengkap di sumber lain, tetapi saya saranin di wikipedia.org karena sudah terjamin kebenarannya. seperti layaknya artikel ini bersumber dari id.wikipedia.org. :D

semoga bermanfaat untuk kita semua

0 komentar :

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan. dan jangan meninggalkan SPAM