Urgensi Kemahasiswaan dan Berhimpun

Monday, September 1, 2014

Urgensi Kemahasiswaan dan Berhimpun


Saat pertama dinobatkan menjadi seorang mahasiswa, kita diingatkan akan suatu hal penting yang disebut urgensi kemahasiswaan. Dari namanya saja kita pasti sudah dapat menimbang sepeting apa hal ini dilaksanakan oleh mahasiswa. Urgensi kemahasiswaan terdiri dari beberapa poin-poin penting yang berdasarkan pengamatan saya, tiap orang dapat memiliki versinya masing-masing tetapi tetap berpedoman pada poin-poin utama urgensi kemahasiswaan.

Hal yang pertama menurut saya adalah tridharma perguruan tinggi. Tridharma perguruan tinggi terdiri dari tiga poin yang saling berhubungan yang dimulai dengan pendidikan dan pengajaran. Maksudnya sebagai seorang mahasiswa kita wajib menjalankan tugas kita untuk belajar baik melalui bangku kuliah maupun dalam kegiatan organisasi sehingga hardskill dan softskill kita terasah, hal ini juga berkaitan dengan pentingnya berhimpun bagi mahasiswa. 



Setelah pendidikan, mahasiswa harus melakukan penelitian dan pengembangan dari ilmu yang sudah ia dalami sehingga akhirnya dia bisa menjadi seorang yang ahli di bidangnya. Lalu setelah mahasiswa tersebut menjadi seorang yang memiliki ilmu yang mumpuni, diharapkan ia dapat melakukan suatu pengabdian masyarakat dengan cara mengimplementasikan ilmunya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Poin kedua dari urgensi kemahasiswaan adalah POPOPE mahasiswa yang intinya adalah posisi, potensi, dan peran mahasiswa seharusnya dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya baik posisi, potensi, maupun peran memiliki poin-poin penjelasan masing-masing namun saya akan coba menyimpulkan POPOPE ini. Intinya mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat memiliki posisi sebagai masyarakat sipil yang berpendidikan yang bebas dari pengaruh politik maupun ekonomi, memiliki banyak potensi yang harus diasah sebagai contoh berpikir kritis, jujur(integritas), dan memiliki idealismenya, dan peran mahasiswa sendiri sebagai penerus bangsa dan juga berkontribusi nyata mendidik generasi penerus bangsa selanjutnya sehingga generasi mendatang akan semakin baik.

Poin-poin berikutnya dari urgensi kemahasiswaan membahas mengenai budaya kampus, arah gerak mahasiswa, dan khusus untuk kampus ITB adalah KM-ITB. Budaya kampus yang dimaksud merupakan hal-hal yang biasa dilakukan di kampus, contoh sederhananya adalah forum diskusi dan memberikan apresiasi. Sedangkan arah gerak mahasiswa intinya mahasiswa sebagai pengawas kerja pemerintah dan juga jembatan peghubung masyarakat dengan pemerintah. Untuk KM-ITB merupaka bagan yang wajib dimengerti seluruh mahasiswa ITB yaitu bagan yang berisikan posisi/tingkatan kongres, kabinet, himpunan, dll dalam kampus ITB.

Selain diingatkan mengenai urgensi kemahasiswaan, saat baru mendapatkan gelar mahasiswa kita juga dijelaskan mengenai urgensi dari berhimpun. Berhimpun dapat diartikan berkumpul secara sederhana yang dalam konteks ini mahasiswa berkumpul dengan mahasiswa lain dengan jurusan yang sama dalam satu himpunan jurusan.

 Dalam himpunan, mahasiswa mengasah softskillnya dan juga memperdalam hardskillnya melalui sharing dan diskusi dari senior maupun teman-teman seangkatan. Softskill yang menonjol untuk diasah biasanya seputar kemampuan komunikasi dan kemampuan berpikir. Dengan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mahasiswa dapat menyesuaikan diri ke dalam berbagai lapisan masyarakat sehingga masyarakat dapat menjalankan urgensi kemahasiswaan yang selalu dibahas di kampus. Kemampuan berpikir yang dimaksud disini adalah kemampuan untuk berpikir kritis dan mempertanggungjawabkan apa yang ia katakan, dengan berpikir kritis, mahasiswa tidak dapat dipengaruhi oleh pihak-pihak lain yang memiliki berbagai kepentingan dan juga mahasiswa akan lebih objektif menilai semua permasalahan yang muncul, sedangkan dengan selalu bertindak sesuai fakta dan dapat mempertanggungjawabkan apa yang ia katakan, mahasiswa akan memiliki integritas yang baik yang membuatnya dapat dipercaya oleh orang lain.

 Modal-modal inilah yang sangat berguna bagi mahasiswa baik dalam kehidupan kampus maupun setelah lulus sehingga mahasiswa kelak dapat benar-benar membawa perubahan yang baik bagi masyarakat umum.  

Penulis : Muhammad Akmal Al Hakim-16413101/12513044
               Institu Teknologi Bandung

2 comments :

Berkomentarlah dengan sopan. dan jangan meninggalkan SPAM