#LATCER 1 - Menjadi Buronan Dan Banyak Hutang itu Tidak Enak

8:06 AM
Menjadi Buron dan banyak hutang tidak enak
Menjadi Buron tidak enak
*SUARA ketukan keras itu telah merusak lelap tidur Sobari. Semula ia mengira suara itu bagian dari mimpi buruknya,* tetapi alangkah terkejutnya ketika dia terbangun dari tidurnya dengan nyata dia mendengar suara ketukan tersebut semakin kencang, "Permisi" ucap salah seorang di luar sambil menggedor gedor pintu rumah.

Dengan rasa yang tidak karuan sobari pun mencoba mendekati pintu tersebut, perlahan demi perlahahan dia mengintip di balik tirai miliknya, ada 3 orang pria dengan berbadan kekar dan warna kulit hitam, wajahnya sangat sangar sekali, tidak di ragukan lagi mereka adalah para penagih hutang bayaran.

dengan penuh keberanian sobari membuka pintu tersebut, 
"Selamat siang pak" ucap debt kolekter tersebut kepada sobari.
"Siang pak" balas sobari
"Bapak sudah nunggak motor 3 bulan, kapan mau bayar?"
"Beri waktu saya 1 minggu lagi pak"
"Jaminannya apa ?"
"saya mulai bekerja besok, sebelumnya sakit"
"baiklah, jika 1 minggu tidak ada, motor ini akan kami sita"
"baik pak"


Hal itulah yang di janjikan oleh sobari kepada para penagih hutang bayaran tersebut, sebelum akhirnya dia di cyduk dan ditangkap di rumah temannya setelah 9 bulan buron oleh anggota kepolisian

Sebelumnya sobari adalah seorang perantauan dari jawa tengah ke bandung, dia bekerja di bandung sebagai tukang bersih bersih kebun di rumah pak ruhyat, penghasilannya tidak seberapa tetapi untuk urusan makan dan tempat tinggal semuanya terjamin dan tentu saja ini adalah hal yang membuat dia bahagia karena dia menganggap pak ruhyat sebagai keluarga nya, namun semuanya berubah ketika pak ruhyat meninggal, anaknya menjual rumah peninggalan bapaknya lalu pindah ke jakarta, dan tentu saja tenaga sobari tidak di butuhkan lagi. Sedangkan untuk maemunah istrinya pak ruhyat sudah meninggal lebih dulu, tepatnya sekitar 5 tahun yang lalu di rumah sakit karena terkena penyakit TBC.

Hal tersebut lah yang membuat sobari bingung dengan keadaan, pulang ke kampung halaman di jawa tengah sudah tidak punya keluarga lagi, dia juga belum menikah di umurnya yang sudah di kepala 4, tetapi di sisi lain dia harus berjuang untuk tetap menjalani hidup ini.

Oleh karena itu dengan memodalkan uang se-adanya dia ngekost di daerah cicadas untuk tempat tinggalnya, selain itu sobari juga membernikan diri untuk kredit motor dengan dp yang minimum, dan dengan motor itulah dia akan memulai usahanya sebagai tukang ojek online.

Namun alangkah malang sekali nasib sobari karena bekerja sebagai tukang ojek online tidak semulus yang dia di pikirikan, pengahsilanya yang tidak menentu, kadang dia harus menahan lapar seharian, dan sekarang dia di suguhkan dengan hidangan di kejar-kejar debt kolektor, sobari pun mulai mengeluh dengan kehidupannya, tetapi dia tetap sabar dan menjalani hidup dengan ikhlas.

Seminggu kemudaian telah berlalu, dan sobari pun tidak memiliki uang untuk membayar hutang-hutaangnya, bukan hanya itu ada permasalahn lain yang muncul, yaitu hari ini juga kontrakannya sudah nunggak 2 bulan, hal ini juga membuat sobari setress, hingga pada akhirnya dia pun mempunyai rencana untuk kabur ke luar bandung yaitu ke kampung halamanya di jawa tengah, sehingga dia menjadi buronan pihak bank dan polisi juga tentunya.

Pesan sobari sebelum di tangkap oleh kepolisan kepada temannya saat dia tinggal adalah "Menjadi buronan dan banyak hutang itu tidak enak".

No comments:

Berkomentarlah dengan sopan. dan jangan meninggalkan SPAM

Powered by Blogger.